Critical Illness : Stroke
UntungDiCover[dot]com – Sahabat – sahabat UntungDiCover[dot]com, apa kabarnya? Doa dan harapan kami sahabat – sahabat semua selalu dalam keadaan sehat dan sukses.Pada artikel kali ini kami akan mengulas mengenai critical illnes, sebenarnya apa itu critical illnes, apa contoh salah satunya, apa penyebab utama, gejala dan bagaimana cara penceghan dan pengobatannya, akan kami ulas pada artikel dibawah ini.
Seiring dengan berkembangnya zaman banyak terjadi perubahan atas gaya hidup, lingkungan, stress, pola makan sehingga kerentanan terhadap munculnya berbagai macam penyakit pun terjadi. Hal ini memudahkan berbagai penyakit kronis menyerang dan bisa mengancam nyawa.
Dr. Ario Perbowo Putra, Sp.PD selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Evasari Awal Bros Jakarta mengatakan bahwa critical illnes adalah suatu penyakit yang mengancam nyawa. Penyebab dari critical illnes tersebut bisa bermacam-macam, misalnya saja karena gangguan metabolisme, penyakit intrakranial, penyakit regeneratif dan lain sebagainya. “Tapi pada intinya critical illnes itu merupakan penyakit yang sudah gawat, sehingga biasanya membutuhkan ruang intensif (ICU/HCU) dalam perawatannya” ujarnya. Beberapa critical illnes yaitu krisis hiperglikemia, stroke, kanker stadium akhir, jantung koroner, hipertensi emergensi, gagal jantung stadium akhir dan lainnya.

Penyebab Stroke
Penyebab Stroke yang merupakan critical illnes bisa menimbulkan kematian mendadak, oleh karenanya seseorang dengan penyakit stroke harus selalu dilakukan monitoring karena dianggap mengancam nyawa. Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Penyebab seseorang bisa terkena penyakit stroke, diantarannya adalah :
- Stroke Iskemik, disebabkan karena adanya jendalan darah yang menyumbat pembuluh darah
- Stroke Hemoragik, disebabkan karena pecahnya pembuluh darah sehingga darah mengalir keluar
- Stroke Ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA), disebabkan karena kekurangan darah pada sistem saraf yang berlangsung singkat (kurang dari 24 jam atau bisa hanya dalam hitungan menit). Hal ini terjadi saat bagian otak tidak mendapat pasokan darah yang cukup.
Cegah Stroke
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Evasari Awal Bros Jakarta, Dr. Ario Perbowo Putra, Sp.PD Menjelaskan bahwa adanya hipertensi yang di sertai diabetes dan kolesterol tinggi adalah komdisi yang paling sering meningkatkan risiko terjadinya penyakit stroke. “Stroke adalah salah satu critical illnes yang harus dilihat dari objective nya, faktor apa saja yang menyebabkan kritis misalnya, seseorang memiliki penyakit dasar tapi tidak menanggulanginya sedari dini” jelas Dokter Ario.
Gejala stroke biasanya menyerang pada salah satu sisi bagian tubuh. Gejala tersebut biasanya ditandai dengan :
- Sakit kepala atau pusing mendadak dan hingga vertigo
- Hilang keseimbangan tubuh
- Kelelahan
- Penglihatan mulai samar atau buram
- Mati rasa pada salah satu sisi bagian tubuh (wajah/tangan/kaki)
- Berbicara dan pendengarannya tidak jelas (mengalami gangguan)
Dokter Ario menyatakan bahwa bilamana seorang pasien yang sudah memilik riwayat penyakit sebelumnya tapi masih menolak melakukan pengobatan, lama kelamaan penyakit tersebut akan berkembang menjadi critical illness. Critical Illness juga bisa dicetuskan oleh kondisi akut seperti adanya infeksi, jika infeksi atau proses akutnya tidak tertangani maka akan berdampak buruk. “Jadi kalau ada keluhan berulang jangan di sepelekan dan segera ke dokter, sehingga dokter akan melihatnya secara holistik atau menyeluruh serta dapat mengatasi penyebabnya” tukas Dokter Ario.
Untuk itu, supaya tidak terjadi critical illness seperti penyakit stroke hendaknya kita harus selalu hidup sehat, menjaga pola makan, rajin olahraga dan istirahat yang cukup.
Oleh : Dr. Ario Perbowo Putra, Sp.PD – Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Evasari Awal Bros Jakarta
Salam Sehat dan Sukses Selalu
Team UntungDiCover[dot]com
*Artikel ini disadur dan ditulis ulang dari AIAF – Thirty second edition of ” CRITICAL ILLNESS ”