Pakar Kebahagiaan

Hai sahabat yang beruntung… apa kabar? Sehat-sehat ya kawan… Kali ini kami akan menceritakan kisah mengenai “Pakar Kebahagiaan” selamat menikmati…

Hasil gambar untuk permaisuri kartun
https://www.pngwing.com/id/free-png-zpjsr

“Ahhhhkkkk bosan… aku sangat bosan… tidak ada yang menyenangkan… aku tidak bahagia… sampai kapan akan terus begini… bosan….” Itulah teriakan seorang Putri Raja di siang bolong yang tinggal disebuah kerajaan kaya dan subur. Teriakan Putri Raja terdengar sangat keras dan membuat seluruh isi kerajaan tersebut menjadi panik, sontak seluruh isi kerajaan bergegas menuju kamar Sang Putri Raja, mulai dari Pengawal Kerajaan, Juru Masak Kerajaan, Dayang-Dayang, Hulubalang Kerajaan, sampai Permaisuri Raja, mereka semua kaget dan ingin mengetahui keadaan Sang Putri.

Setiba di kamar Sang Putri Raja, Sang Permaisuri yang juga merupakan Ibu dari Sang Putri Raja langsung masuk dan berkata kepada Putrinya: “Anakku… ada apa anakku? Kenapa kamu berteriak-teriak di siang bolong ini? Apakah kamu mimpi buruk anakku?” “Ibu… aku bosan banget… aku tidak bahagia Ibu…” balas Sang Putri. Sang Permaisuri kemudian berkata: “Apa yang membuatmu bosan anakku? Kenapa kamu tidak bahagia? Apakah yang ada hal yang kamu butuhkan? Katakan saja, akan segera kami penuhi anakku…”. “Nah itu dia Ibu, aku tidak tahu apa yang aku inginkan, karena semua yang aku inginkan sudah terpenuhi, sebagai Putri Raja aku bisa meminta apa saja yang aku mau, tapi aku tetap bosan Ibu… aku tidak bahagia Bu…” balas Sang Putri

Semenjak saat itu Putri Raja sering berteriak bosan, kadang pagi-pagi buta sehingga membangunkan seluruh isi Kerajaan, kadang siang bolong, dan bahkan terkadang di tengah malam. Sang Raja dan Permaisuri sudah mencoba berbagai cara untuk membuat Putri semata wayangnya bisa bahagia, mereka sudah mendatangkan Penasehat Kerajaan, Dukun, sampai dengan Filsuf terkenal untuk membuat Putrinya bahagia, namun tidak ada satupun yang bisa membuat Sang Putri menjadi bahagia. Sang Raja dan Permaisuri menjadi putus asa, bingung, dan sedih terhadap kondisi Sang Putri.

Hasil gambar untuk sayembara istana kartun
https://id.pinterest.com/pin/536421005607665245/

Dalam kesedihan, akhirnya Sang Raja ingin mencoba satu cara lagi yaitu dengan mengadakan sayembara, bagi siapa saja yang bisa membuat Putri semata wayangnya bahagia, jika dia seorang wanita maka akan diangkat anak oleh Sang Raja, jika dia seorang pria, maka akan dinikahkan dengan Putrinya dan mereka akan mendapatkan separo harta kekayaan milik Sang Raja. Maka disiarkanlah sayembara tersebut ke seluruh Negeri, dan benar banyak sekali orang yang mendaftarkan dirinya untuk mengikuti sayembara tersebut.

Ada seorang pesulap terkenal mendaftarkan dirinya, setelah mendapatkan giliran akhirnya si pesulap memulai pertunjukannya di hadapan Sang Raja, Permaisuri dan Putrinya, dalam hati sang pesulap berkata: “Aku pasti bisa membahagiakan Tuan Putri, karena akulah pesulap terhebat di Kerajaan ini. Heheheh tidak sabar aku membayangkan bisa menikahi Tuan Putri, pasti aku akan sangat bahagia…” Kemudian si pesulap memainkan sulap terhebatnya mulai dari memunculkan kelinci, menebak kartu sampai dengan menghilangkan gajah, namun Sang Tuan Putri tetap tidak bergeming, Sang Putri tetap bermuka cemberut sepanjang pertunjukan, bahkan sampai si pesulap mengakhiri pertunjukannya, Sang Putri tetap tidak bergeming dan bermuka cemberut, maka si pesulap tidak berhasil untuk membuat Sang Putri bahagia.

Hasil gambar untuk gambar kartun ratu kerajaan
https://www.pngwing.com/id/free-png-zkbdm

Kejadian dan ekspresi serupa juga ditunjukkan oleh Sang Putri kepada para peserta sayembara lainnya seperti kepada si penyanyi, si penari, si pemusik, dan hampir semua peserta tidak ada yang dapat membuat Sang Putri bahagia, Sang Raja pun bertanya kepada Sang Putri: “Anakku… tidak adakah diantara semua peserta yang membuatmu bahagia? Para peserta yang datang dan membuat pertunjukkan ini adalah mereka yang sangat ahli, ada pesulap hebat, penyanyi hebat, pemain musik hebat, serta penari hebat, tidak adakah diantara mereka yang bisa membuatmu bahagia anakku?” Sang Putri menjawab Sang Raja dengan nada sedih: “Iya Ayah… aku juga tidak mengerti apa yang aku alami, tapi aku sangat bosan, aku sudah menonton mereka sejak aku masih kecil saat Ayah mengadakan pesta kerajaan, mereka pasti diundang untuk menghibur semua tamu undangan. Saat ini mereka semua tidak bisa membuatku bahagia Ayah…” Sang Raja kembali berkata: “Baik anakku, kami menyayangimu, engkau tidak perlu berpura-pura bahagia jika engkau belum menemukannya, namun ayah minta engkau untuk bertahan sampai sayembara ini berakhir, semoga dari sekian banyak peserta ada satu peserta yang bisa membuatmu bahagia.”

Sayembara pun dilanjutkan dan banyak peserta yang pulang dengan hati hampa karena tidak mampu membuat Sang Putri bahagia, sampai akhirnya datang seorang pemuda yang berpakaian sederhana tanpa membawa alat-alat pertunjukan apapun, tampaknya pemuda ini berasal dari desa. Saat pemuda desa ini berjalan menuju ke tempat pertunjukan, semua mata memandang pada pemuda ini dengan tatapan sinis yang seakan-akan bertanya apa yang akan dilakukan oleh pemuda ini untuk membuat Tuan Putri bahagia? Tampaknya pemuda ini tanpa persiapan, dan apa bisa dia membuat Tuan Putri bahagia? Sementara para pesulap hebat sampai dengan penari hebat saja tidak ada yang bisa membuat Tuan Putri bahagia.

Hasil gambar untuk kabayan kartun
https://wasunda.com/carita/si-kabayan-mulih-ti-dayeuh/

Sampailah Pemuda Desa di hadapan Sang Raja dan Tuan Putri, maka berkatalah Sang Raja: “Hai anak muda, tampaknya engkau hendak mengikuti sayembara ini, namun kok kamu tidak membawa peralatan apapun dan engkau memakai pakaian yang sangat biasa, berbeda dengan peserta lainnya, apa yang hendak engkau pertunjukan untuk membuat Putriku bahagia?” Si Pemuda Desa pun berkata menjawab pertanyaan Sang Raja dengan nada yang sopan: “Yang mulia Rajaku dan Tuan Putriku, saya kesini memang ingin mengikuti sayembara ini, dan saya yakin bahwa saya bisa membahagiakan Tuan Putri. Saat ini saya tidak ingin mempertunjukan sesuatu, namun jika Tuan berkenan ijinkanlah saya besok pagi untuk menjemput Tuan Putri dan mengajaknya keluar istana bersama saya, dan saya akan mengantar Tuan Putri kembali saat matahari terbenam, saya yakin Tuan Putri akan pulang dengan keadaan bahagia.

“Bagaimana yang mulia, apakah saya bisa menjemput Tuan Putri besok pagi?” Mendengar perkataan si Pemuda, Sang Raja pun terdiam dan berfikir, tak lama Sang Raja kembali berkata: “Hai anak muda, saya tidak tahu apa yang akan engkau tunjukkan untuk membuat Putriku bahagia, namun nampaknya sampai sejauh ini sudah banyak peserta yang menampilkan keahlian mereka masing-masing, namun tidak ada satupun yang mampu membuat Putriku bahagia, untuk itu jika Putriku bersedia, maka besok engkau bisa menjemput Putriku. Bagaimana Putriku, apakah engkau bersedia pergi bersama pemuda ini?” Tak lama Sang Putri pun mengangguk tanda setuju. Kemudian Sang Raja kembali berkata: “Hai anak muda, Putriku setuju untuk pergi bersamamu, maka datanglah besok pagi untuk menjemput Putriku dan mohon antarkan Putriku kembali sebelum matahari terbenam.” “Baik yang mulia Raja dan Tuan Putri, terima kasih telah memberiku kesempatan dan besok pagi saya akan kembali untuk menjemput Tuan Putri, saya ijin pamit yang mulia.” Kemudian pergilah Pemuda Desa itu dari hadapan Sang Raja dan Tuan Putri.

Keesokkan harinya pagi-pagi buta, tibalah si Pemuda Desa di kerajaan untuk menjemput Tuan Putri, setelah berpamitan dengan Sang Raja dan Permaisuri, maka berangkatlah Pemuda Desa beserta Tuan Putri meninggalkan Kerajaan. Jam demi jam berlalu matahari tepat berada diatas kepala, Sang Raja dan Permaisuri cemas menantikan kembalinya Putri kesayangan mereka. Hari pun mulai sore dan matahari mulai terbenam, dan benar saja sesaat sebelum matahari terbenam Si Pemuda Desa dan Tuan Putri sudah kembali ke Kerajaan.

Hasil gambar untuk ratu kerajaan kartun
https://www.pngwing.com/id/free-png-hageh

Kehadiran Tuan Putri langsung disambut oleh Sang Raja dan Permaisuri dalam pelukan, dan ternyata ada perubahan besar pada Tuan Putri, Tuan Putri tampak sangat bahagia, maka berkatalah Permaisuri: “Anakku tersayang, engkau tampak sangat bahagia, apakah engkau benar bahagia? Apa yang engkau alami? coba ceritakan kepada kami. Baru kali ini engkau tampak sangat bahagia anakku.” Tuan Putri pun menjawab: “Ibunda… iya Bu hari ini merupakan hari paling membahagiakan dalam kehidupanku, tadi pagi Pemuda Desa itu mengajakku ke puncak bukit yang sangat tinggi untuk melihat matahari terbit, ternyata sangat indah Bunda, baru kali itu aku melihat matahari terbit dengan mataku sendiri. Lalu Pemuda Desa itu mengajakku keliling desa bertemu dengan penduduk desa dan kami mampir, dan makan di rumah salah satu penduduk desa karena aku sangat lapar Bunda, kami makan makanan sederhana yang dihidangkan oleh pemilik rumah, ternyata makanan tersebut sangat nikmat, dan itu adalah makanan terenak yang pernah kumakan, atau mungkin karena aku makan dalam keadaan sangat lapar, pokoknya makanan itu enak sekali Bunda, lalu sepanjang perjalanan kami saling bercerita pengalaman kami masing-masing, ternyata kisah Pemuda Desa itu sangat menarik dan banyak kejadian lucu, serta rasa syukur yang dialami oleh si Pemuda Desa semasa hidupnya, sepanjang perjalanan kami banyak tertawa aku sangat bersyukur bisa merasakan itu semua Ayah dan Bunda…” Sang Raja dan Permaisuri tersenyum mendengar Sang Putri bercerita.

https://disney.fandom.com/wiki/Queen_Miranda/Gallery?file=King_Roland%253A_miranda%252C_will_you_be_my_queen._Miranda%253A_oh_your_majesty%252C_yes_i_will..PNG

Sang Raja kemudian memanggil si Pemuda Desa: “Hai anak muda kemarilah… kami sangat bahagia melihat Putri kami bahagia, memang sejak kecil Putri kami tidak pernah keluar dari Kerajaan ini, dan ternyata hal sederhana itulah yang dibutuhkan oleh Putri kami, terima kasih hai anak muda karena telah menunjukkan hal ini kepada kami. Untuk itu sesuai dengan janjiku bahwa engkau akan kami nikahkan dengan Putri kami, menikahlah dengan Putri kami dan hiduplah bahagia…”

Sejak saat itu si Pemuda Desa dan Tuan Putri hidup bahagia dan mereka sering keluar Kerajaan untuk berkumpul dengan penduduk desa dalam kesederhanaan.

Sahabat UntungDiCoverDotCom, banyak dari kita berjuang keras untuk mencari kebahagiaan seperti kekayaan, kekuasaan dan ketenaran, namun anehnya kita tetap tidak bahagia setelah mendapatkannya, dan ternyata bahagia itu sederhana yaitu dengan selalu mensyukuri apa yang kita alami dalam hidup ini.

Seorang bijak pernah berkata, jika kita sedang tidak bahagia, maka bersyukurlah terhadap hal-hal kecil yang sudah menjadi kebiasaan, seperti bersyukur karena masih bisa bernafas, bersyukur karena masih bisa berkarya, bersyukur karena masih ada orang yang mencintai kita dan bersyukur karena kita punya TUHAN yang baik yang senantiasa mendampingi, melindungi dan mencintai kita apa adanya.

Selamat hari kasih sayang buat para sahabat yang beruntung.

Terima kasih, Salam sukses dan sehat selalu.