Penyakit Difteri

UntungDiCover[dot]com – Sahabat – sahabat UntungDiCover[dot]com, apa kabarnya? Doa dan harapan kami sahabat – sahabat semua selalu dalam keadaan sehat dan sukses.

Pada artikel kali ini kami akan mengulas mengenai penyakit difteri yang belakangan melanda negeri kita Indonesia tercinta, sebenarnya apa itu penyakit difteri, bagaimana cara penularannya dan bagaimana cara pencegahannya, termasuk gejala-gejala penyakit difteri akan kami ulas pada artikel dibawah ini.

Difteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphtheriae. Difteri bisa menyebabkan tersumbatnya saluran napas, peradangan dan kelumpuhan otot jantung, dan kematian pada 5%-10% penderita.

Gejala penyakit difteri adalah:

  1. Demam yang tidak terlalu tinggi (37,60-380c)

  2. Adanya selaput (pseudomembran) di tenggorokan berwarna putih keabuan/kebiruan yang tidak mudah lepas namun mudah berdarah bila dimanipulasi

  3. Hidung berair

  4. Bengkak di daerah leher seperti leher sapi (Bull Neck)

  5. Nyeri saat menelan

  6. Kesulitan bernafas atau sesak nafas disertai bunyi seperti mengorok (stridor)

Penyakit difteri dari manusia ke manusia dapat ditularkan melalui:

  1. Percikan ludah yang keluar saat batuk, berbicara, atau bersin

  2. Kontak langsung dengan permukaan kulit penderita atau luka yang terbuka

  3. Kontak langsung dengan benda-benda yang terkena kuman difteri (kasur, mainan, pakaian, dan sebagainya)

Penyakit difteri dapat dicegah yaitu dengan vaksin difteri kombinasi di Puskesmas atau Rumah Sakit, diantaranya: vaksin DPT-HB-Hib, vaksin DT, vaksin Td, dan lainnya. Pastikan anak-anak mendapatkan imunisasi yang lengkap, dengan rincian sebagai berikut:

  1. 3 dosis imunisasi dasar DPT-HB-Hib (Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B dan Haemofilus Influenza tipe b) pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan.

  2. 1 dosis imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib saat usia 18 bulan

  3. 1 dosis imunisasi lanjutan DT (Difteri Tetanus) bagi anak SD/sederajad kelas 1

  4. 1 dosis imunisasi lanjutan DT (Difteri Tetanus) bagi anak SD/sederajad kelas 2

  5. 1 dosis imunisasi lanjutan Td bagi anak SD/sederajad kelas 5

Vaksin difteri aman diberikan pada semua kelompok usia kecuali bagi yang memiliki riwayat alergi terhadap komponen di dalam vaksin tersebut. Vaksin difteri merupakan produk dalam negeri yang teruji kualitas dan keamanannya oleh Badan Pom dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Reaksi ringan paska pemberian imunisasi misalnya nyeri di daerah penyuntikan dan demam ringan. Meski sudah divaksin secara lengkap tidak menjamin seseorang kebal seumur hidup terhadap penyakit difteri, sehingga dianjurkan untuk mengulang vaksin difteri setiap 10 tahun dengan vaksin Td atau Tdap.

Vaksin difteri juga tetap diberikan kepada penderita difteri yang telah sembuh sesuai jadwal yang dianjurkan karena penyakit ini tidak memberikan kekebalan pada penderita di masa yang akan datang.

Demikian artikel kami kali ini mengenai segala hal yang berkaitan dengan penyakit difteri, semoga artikel ini bisa bermanfaat dan kita bisa mencegah terjadinya penyakit ini pada keluarga tercinta kita.

Salam Sehat dan Sukses Selalu

Team UntungDiCover[dot]com

*Artikel ini disadur dan ditulis ulang dari AIAF – Thirty fourth edition of ” DIFTERI ”