Jangan Anggap Remeh Nyeri Punggung Bagian Bawah
Pada artikel kali ini kami akan mengulas mengenai penyakit Nyeri Punggung, sebenarnya apa itu penyakit Nyeri punggung, apa penyebab utamanya, gejala, diagnosa dan bagaimana cara pengobatannya, akan kami ulas pada artikel dibawah ini.
Nyeri punggung bagian bawah atau low back pain (LBP) merupakan gejala umum yang sering terjadi di masyarakat. Keluhan tersebut bisa berlangsung lama dan menyebabkan penderitaan. Jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, akan mengganggu aktivitas dan mengurangi produktivitas terutama pada dewasa muda.
KENALI PENYEBAB NYERI PUNGGUNG
Spesialis Saraf Siloam Hospitals TB Simatupang, dr Donna Octaviani SpS menyatakan, penyebab LBP pada dewasa muda beragam, terutama akibat posisi saat melakukan aktivitas keseharian yang kurang baik. Seperti, postur yang salah saat duduk dengan punggung yang membungkuk dan tidak tersangga dalam waktu lama, menyetir dengan posisi jarak kursi dengan pedal terlalu panjang, posisi mengambil barang berat yang membungkuk, sering membawa barang berat, sampai kebiasaan memakai hak sepatu yang tinggi.
Ada pula LBP yang disebabkan karena gangguan pada struktur tulang belakang akibat trauma, infeksi tuberkulosis (TBC), dan metastasis kanker dari tempat lain. Kondisi tersebut dinamakan tanda bahaya (red flag) pada LBP, yang memerlukan pemeriksaan penunjang lebih lanjut dan tata laksana segera. Bahkan, memerlukan tindakan pembedahan. Nyeri adalah rasa tidak nyaman sebagai tanda adanya kerusakan atau potensial kerusakan jaringan yang terjadi pada tubuh. Hal tersebut merupakan alarm positif dari tubuh untuk mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut. Sedangkan punggung bawah adalah daerah dari iga bawah sampai dengan panggul.
NYERI DIBEDAKAN MENJADI 2 :
- Nyeri nosiseptif, rasa nyeri timbul akibat perangsangan ujung-ujung saraf tipis akibat rangsangan mekanik dan termal pada struktur tubuh yang peka nyeri. Contohnya, otot, lapisan luar dari tulang dan bantalannya, serta sendi. Sensasi nyeri tidak spesifik, lokal, dan kadang dapat berupa nyeri di permukaan. Jika ditekan pada daerah tersebut, dapat dirasakan nyeri.
- Nyeri neuropatik, nyeri yang langsung mengenai sistem saraf akibat iritasi atau penekanan pada saraf. Nyerinya lebih hebat, terdapat penjalaran nyeri sesuai dengan jalannya saraf sampai terdapatnya kerusakan sistem sensorik dan motorik. Kerusakan sistem sensorik ditandai dengan rasa baal, kesemutan, dan terdapatnya gangguan fungsi motorik berupa kelemahan motorik sesuai saraf yang terkena. Contohnya adalah nyeri neuropatik pada pasien yang terkena HNP (Hernia Nukleus Pulposus) region lumbal yang sudah menekan akar saraf. Secara periode, LBP dibedakan menjadi tiga. Yakni, periode akut jika rasa nyeri berlangsung kurang dari enam minggu, periode sub-akut dirasakan 7–12 minggu, dan kronis jika lebih dari 12 minggu.
Segera datangi dokter jika LBP berlanjut supaya tidak bertambah parah dan tidak menghambat aktivitas.
Oleh: dr. Adrian Dwi Putra
Salam Sehat dan Sukses Selalu
Team UntungDiCover[dot]com
*Artikel ini disadur dan ditulis ulang dari AIAF – Thirty second edition of ” NYERI PUNGGUNG”
PT AIA FINANCIAL (AIA) merupakan salah satu perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.