Kancil VS Kura-kura
Hai sahabat yang beruntung… apa kabar? Sehat-sehat ya kawan… Kali ini kami akan menceritakan kisah mengenai “Kacil VS Kura-kura” selamat menikmati…

Alkisah di suatu padang rumput yang luas hiduplah sekawanan binatang seperti: kelinci, kambing, domba, ayam, keledai, serta kancil dan kura-kura. Diantara semua binatang tersebut kancil lah binatang yang paling cepat dan gesit, kancil bisa berlari dan menghindar dengan sangat cepat, tidak ada satupun binatang yang mampu mengalahkan kecepatan si kancil.
Karena tidak ada yang bisa mengalahkan kecepatan kancil, maka kancil menjadi hewan yang sombong dan usil, kancil suka menggoda hewan-hewan lain dan bahkan kancil suka mencuri makanan dari binatang-binatang lain, seperti kelinci yang sudah susah payah mengumpulkan wortel di sore hari untuk dimakan esok harinya, ternyata wortel yang sudah dikumpulkan tersebut hilang karena dicuri oleh si kancil, atau si keledai dan kura-kura yang kehilangan tomat dan apel persediaannya karena dicuri oleh si kancil.
Si kancil sering melakukan kenakalannya itu sehingga membuat hewan-hewan di padang rumput tersebut sangat terganggu dan marah karena ulah si kancil, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena si kancil bisa berlari sangat cepat, dan tidak ada yang bisa mengejarnya.
Suatu ketika hewan-hewan tersebut berembuk mengenai kegelisahaan, dan kemarahan mereka masing-masing atas kenakalan si kancil, dan akhirnya para hewan berniat mendatangi rumah si kancil untuk menyampaikan uneg-uneg mereka kepada si kancil.

Tibalah rombongan hewan tersebut di rumah si kancil, mereka berteriak-teriak dari luar rumah meminta si kancil untuk keluar rumah dan menemui mereka diluar, setelah mereka berteriak agak lama akhirnya si kancil keluar rumah, dan nampaknya si kancil baru bangun dari tidurnya. Si kancil pun berkata: “Ini ada apa kalian kumpul rame-rame di rumahku, mana kalian sangat berisik lagi, huh.. mengganggu tidurku saja…”, perkataan si kancil kemudian disambut oleh domba: “Begini kancil, kami kesini karena kami sudah sangat terganggu dengan kenakalanmu, yang suka mencuri makanan-makanan kami.” Perkataan domba disambut oleh ayam: “iya.. kami susah payah mengumpulkan makanan kami siang malam untuk kami nikmati esok harinya, eh ternyata esok paginya makanan kami sudah hilang, itu pasti ulahmu kan kancil, karena diantara kami hanya kamu yang bisa berlari dan menghilang sangat cepat.”
Kemudian si kancil berkata: “Loh kok kalian bisa menuduhku sebagi pencuri hanya karena aku bisa lari dengan cepat, memang kalian punya bukti kalau aku yang mencuri makanan kalian? Jangan asal tuduh donk…” mendengar jawaban si kancil, rombongan hewan menjadi diam, dan situasi menjadi senyap, karena para hewan sadar bahwa mereka tidak punya bukti, bahwa yang mencuri makanan mereka adalah si kancil. Melihat semua hewan terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa, si kancil pun kemudian tertawa terbahak-bahak: “hahahahhaha… kalian tidak punya bukti tapi kalian seenaknya menuduhku sebagai pencuri? Bahkan kalian semua rame-rame datang kerumahku, dan menuduh tanpa bukti? Melihat kondisi ini seharusnya aku bisa meminta ganti rugi kepada kalian semua, karena kalian telah mencemarkan nama baikku hahahahhaah.”
Mendengar perkataan si kancil semua hewan semakin diam dan takut, karena mereka memang tidak mempunyai bukti apa-apa. Melihat para hewan itu ketakutan, si kancil kembali tertawa kencang dan berkata dengan sombongnya: “Hhahahhahah melihat wajah-wajah kalian aku jadi merasa kasihan. Kalau begitu begini saja, aku menantang kalian semua lomba lari dengan ku, jika kalian menang maka aku akan meninggalkan padang rumput ini dengan sukarela, namun jika aku yang menang maka kalian semua harus menyediakan makanan buatku seumur hidupku… Bagaimana, kalian bersedia menjawab tantanganku? Hahahhaha.” Mendengar tantangan dari si kancil, para hewan menjadi kasak kusuk, mereka saling berbisik satu sama lain, diantara para hewan tidak ada yang berani menjawab tantangan si kancil, mereka semua tahu bahwa lari si kancil sangat cepat, dan tidak mungkin mereka bisa menang lomba lari melawan si kancil.
Kemudian dari arah belakang terdengar suara kecil berkata: “hai kancil, Aku bersedia menjawab tantanganmu, aku siap lomba lari
melawanmu, namun ijinkan aku yang memilih waktu dan rute perlombaannya.” Mendengar suara dari belakang itu semua hewan menengok ke belakang, mencari dari mana asal suara tersebut, ternyata suara tersebut berasal dari seekor kura-kura. Si kancil yang juga mengetahui asal suara tersebut dari seekor kura-kura kembali tertawa dan berkata dengan sombongnya: “Hahahahahahha kamu seekor kura-kura berani menjawab tantanganku? Hewan lain yang bisa berlari saja tidak berani menjawab tantanganku, tapi kamu kura-kura yang jalan saja lambat berani menjawab tantanganku? hahahahahah”
Kura-kura kemudian berkata: “Iya kancil, aku akan mencoba menjawab tantanganmu, namun aku mohon agar aku yang menentukan rute dan waktu perlombaannya. Bagaimana kancil apakah kamu bersedia berlomba denganku dengan waktu dan rute yang aku tentukan?” Mendengar pertanyaan si kura-kura, kancil tertawa semakin

kencang: “Hahahahah… tentu aku bersedia berlomba denganmu kura-kura, sudah bisa dipastikan aku akan menang dengan mudah hahahahaha… silahkan tentukan waktu dan rutenya, ga sabar aku ingin berlomba denganmu kura-kura…” Kura-kura pun berkata: “baik kancil, kita berlomba 3 hari lagi dari sekarang pada saat matahari terbenam dengan rute: kita mulai start lomba di pohon beringin sebelah selatan padang rumput itu dan finish di pohon pisang sebelah utara padang rumput itu, siapa yang mencapai finish lebih dahulu dialah pemenangnya, bagaimana kancil?” Si kancil kemudian berseru: “Siapp… ini akan jadi perlombaan yang sangat mudah bagiku hahahaha, hai kalian para hewan jangan menyesal ya kalau nanti kura-kura kalah lomba dariku karena kalian harus menyediakan makanan bagiku seumur hidupku, karena sudah pasti aku akan jadi pemenangnya hahahahaha, siapkan hatimu kura-kura untuk hari kekalahanmu hahahaha…” Mendengar perkataan kancil, hewan lainpun menjadi kasak-kusuk satu sisi mereka bertanya-tanya kenapa kura-kura berani menjawab tantangan si kancil ya? nanti kalau kalah kami semua yang akan kerepotan, namun disisi lain mereka juga tidak ada yang mampu mengalahkan si kancil. Kura-kura pun berkata kepada para hewan dengan berbisik: “tenang kawan, aku yakin bisa mengalahkan kancil dalam perlombaan, aku mohon dukungannya ya kawan.
Hari yang dinanti-nantikan pun tiba, kura-kura telah mempersiapkan segala hal yang diperlukan agar bisa menang lomba dari kancil, sementara kancil merasa sangat tenang dan santai karena bagi kancil ini akan menjadi perlombaan yang sangat mudah, dan kancil sangat yakin akan memenangkan perlombaan ini.
Pada saat matahari mulai terbenam, kura-kura beserta para hewan mulai berkumpul di lokasi start lomba yaitu di pohon beringin sebelah selatan padang rumput, mereka gugup menantikan saat lomba mulai.
Tak lama kancil pun datang ke lokasi start lomba, kancil berjalan santai sambil bersiul dan berkata: “Hai kalian semua, ternyata sudah kumpul ya semua, ayo segera kita mulai lomba kita ini, agar aku bisa segera menang, dan merayakan kemenanganku, sedangkan kalian semua bisa segera mempersiapkan makan malam bagiku serta makanan untukku seumur hidupku.. hahahahahaha”.
Matahari pun mulai terbenam dan hari mulai gelap, para hewan mulai berhitung: “Tiga… Dua… Satu… Start…” kura-kura pun mulai berjalan lambat setelah aba-aba start, sedangkan kancil masih tiduran santai di garis start, setelah kura-kura agak jauh baru kancil lari melesat sambil berkata: “Hai kalian para hewan, lihat betapa baiknya aku kan, ini aku persilahkan kura-kura jalan duluan, nah sekarang giliran aku untuk berlari kencang meraih kemenanganku. Hahahaha…”. Si kancil berlari kencang meninggalkan kura-kura dan para hewan lainnya, kancil berlari dalam perasaan bahagia membayangkan kemenangannya dan betapa mudah kehidupan kancil kedepannya karena mendapatkan makanan dari para hewan setiap hari.

Karena kaki dan badan kancil penuh luka, maka kancil tidak bisa berlari lagi, kancil pun melihat ke sekelilingnya apakah kura-kura menyalipnya dalam perlombaan saat tadi kancil terjatuh? Si kancil tidak melihat kehadiran kura-kura, kancil pun berkata dalam hati: “Ahh.. syukurlah, untung lawanku kura-kura, yang jalan saja sudah lambat, jadi masih ada kemungkinan menang nih aku” dengan tubuh penuh luka serta jalan dengan pincang terseok-seok kancil pun melanjutkan perlombaan, sesekali kancil melihat sekeliling untuk mengecek apakah kura-kura menyalipnya, kancil pun tidak melihat kehadiran kura-kura, kancil pun makin bersemangat berjalan untuk menyelesaikan perlombaannya.
Akhirnya setelah kancil berjalan dengan susah payah dan penuh dengan luka di sekujur tubuhnya, pohon pisang di sebelah utara padang rumput sebagai garis finish perlombaan pun terlihat, dan pohon pisang tersebut terlihat cukup terang, semakin mendekati garis finish, maka semakin terang lah daerah sekitar, dan semakin terdengar suara para hewan bersorak-sorai, kancil pun sangat gembira dan berkata dalam hati: “Akhirnya sampai juga aku di garis finish dan siap menjadi juara, walaupun tubuh penuh luka dan jalan sangat susah yang penting aku juara, dan para hewan tampaknya bersorak-sorai menantikan kehadiranku hehehe.”
Begitu sampai garis finish, kancil kaget bukan main, karena ternyata dia melihat kura-kura sudah sampai lebih dahulu, dan ternyata sorak-sorai para hewan itu adalah untuk si kura-kura yang memenangkan perlombaan. Kancil pun berkata: “hai kura-kura kok bisa kamu duluan yang sampai finish, bagaimana mungkin, bagaimana caranya? Walaupun aku terjatuh, penuh luka, dan berjalan dengan susah payah, namun jalanmu kan sangat lambat, dan sepanjang perjalanan aku tidak melihatmu menyalipku, bagaimana caranya kura-kura?”

Kura-kura melihat kancil dengan penuh iba dan berkata: “begini kancil caranya: saat aku meminta rute dan waktu perlombaan itulah strategi yang aku lakukan untuk melawanmu kancil, pertama aku meminta untuk kita berlomba di rute ini karena di sekitar padang rumput ini membentang sungai yang panjang dari garis start sampai garis finish, sehingga aku berlomba lewat sungai, aku punya kemampuan berenang dengan sangat cepat, jika berlomba di darat sudah pasti aku tidak bisa mengalahkanmu kancil, kedua aku juga meminta waktu perlombaannya dalam 3 hari, sehingga dalam 3 hari ini aku bisa melakukan persiapan dengan mempelajari rute sungai yang akan aku lalui serta menghapal setiap posisi batu agar aku bisa berenang dalam gelap, terakhir aku meminta waktu perlombaan dimalam hari adalah dengan tujuan agar penglihatanmu terganggu, sehingga bisa menghambat kecepatan larimu kancil, itulah strategi yang aku lakukan sehingga aku bisa menang di perlombaan ini.” Mendengar perkataan kura-kura, kancil shock dan menyesal, karena dia meremehkan kura-kura, dan hal itulah yang membuat dia kalah perlombaan, dengan perasaan sedih dan menyesal, kancil meninggalkan padang rumput tersebut sebagai konsekuensi dari kekalahannya.
Sahabat UntungDiCoverDotCom, TUHAN menciptakan kita dengan kelebihan kita masing-masing dan berbeda dengan orang lain. Seorang ilmuwan jenius dunia Albert Einstein berkata dalam salah satu quote nya: “Semua orang jenius. Tapi jika Anda menilai ikan dengan kemampuannya memanjat pohon, ia akan menjalani hidupnya dengan percaya bahwa itu bodoh.” Jika sekiranya kita belum mengetahui apa kelebihan kita, maka salah satu caranya adalah dengan bertanya kepada TUHAN dalam setiap doa kita serta mohon bimbingan-NYA agar kita bisa terus mengasah apa yang menjadi kelebihan kita, niscaya kehidupan kita akan menjadi lebih sukses dan bahagia.
Terima kasih, Salam sukses dan sehat selalu.