Parotitis Epidemika (MUMPS)
PAROTITIS EPIDEMIKA ( MUMPS)
Dr. Yuanita Dewi Anggraini, SpA
UntungDiCover[dot]com – Sahabat – sahabat UntungDiCover[dot]com, apa kabarnya? Doa dan harapan kami sahabat – sahabat semua selalu dalam keadaan sehat dan sukses.
Pada artikel kali ini kami akan mengulas mengenai penyakit Parotitis Epidemika (MUMPS), sebenarnya apa itu penyakit Parotitis Epidemika, apa penyebab utamanya, gejala, diagnosa dan bagaimana cara pengobatannya, akan kami ulas pada artikel dibawah ini.
DEFINISI PAROTITIS EPIDEMIKA
Parotitis epidemika merupakan suatu penyakit infeksi akut serta menular yang disebabkan virus. Virus ini menyerang kelenjar air liur yang ada di mulut dan terutama menyerang kelenjar parotis.
GAMBARAN KLINIS PAROTITIS EPIDEMIKA
Masa inkubasi parotitis epidemika berkisar antara 14-24 hari. Masa prodromal (gejala awal) ditandai dengan perasaan lesu, rasa nyeri pada otot terutama otot daerah leher, sakit kepala, nafsu makan menurun, dan diikuti oleh pembesaran cepat satu atau kedua kelenjar parotis serta kelenjar ludah yang lain. Pembesaran kelenjar disertai dengan rasa sakit dan akan membengkak khas mulai dari batas belakang tulang rahang dan tulang mastoid (belakang telinga), kemudian meluas dalam bentuk bulan sabit ke bawah dan depan. Pembengkakan akan mereda perlahan-lahan dalam waktu 3-7 hari, walaupun kadang-kadang berlangsung lebih lama.
![]()
PENYEBAB PAROTITIS EPIDEMIKA
Mumps disebabkan oleh virus paramyxo. Virus ini dapat ditularkan melalui percikan ludah baik saat bersin maupun saat batuk oleh penderita atau karena bersentuhan dengan benda-benda yang telah terkontaminasi dengan ludah penderita. Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia tetapi 85% kasus terjadi pada masa anak berusia kurang dari 15 tahun dengan proporsi tertinggi pada usia 5-9 tahun. Virus parotitis masih dapat ditemukan selama 2-6 hari di tenggorokan dan 1-14 hari dapat ditemukan di dalam urin, setelah terjadinya pembengkakan kelenjar.
PENANGANAN PAROTITIS EPIDEMIKA
Tatalaksana parotitis tidak ada yang bersifat spesifik atau hanya diberikan sesuai gejala. Istirahat baring disesuaikan kebutuhan pasien. makanan disesuaikan kemampuan mengunyah. Apabila didapatkan demam diberikan obat pereda demam yang dapat juga mengurangi rasa nyeri atau tidak nyaman. Kompres pada kelenjar parotis yang membengkak dapat dilakukan untuk memberikan rasa nyaman. Komplikasi pada testis dapat ditemukan pada sebagian pasien parotitis. Apabila didapatkan pembengkakan dibagian testis, maka dianjurkan kepada penderita untuk tirah baring (bed rest).
PENCEGAHAN PAROTITIS EPIDEMIKA
Pencegaha aktif adalah dengan memberikan vaksinasi virus parotitis epidemika yang telah dilemahkan. Insiden parotitis epidemika menurun tajam sampai 90% di Amerika serikat setelah dilakukan imunisasi terhadap penyakit ini. Sedian vaksin mumps dikenal sebagai MMR yaitu gabungan mumps-measles-rubella. Vaksin MMR diberikan pada usia 15 bulan dan diulang pada anak ketika usia 5-7 tahun. Parotitis dapat timbul pada anak yang mendapat vaksinasi kira-kira 7-10 hari setelah mendapat vaksinasi. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin dapat berlangsung untuk jangka waktu yang lama. Sampai saat ini prognosis parotitis adalah baik.
Pustaka:
1. Mumps. Red book 2006 : report of the committee on infectious diseases. Elk Grove Village : American Academy of Pediatrics, h. 464-8 2. Phillips CF. Mumps. Dalam : Behrman RE, Vaughan III VC, nelson WE, penyunting. Textbook of pediatrics. Edisi ke-17. Philadelphia : WB Saunders, 2006, h. 235-9 3. Gherson AA. Mumps. Krugman. Edisi ke-11. Philadelphia: Mosby, 2004, h. 391-402
Salam Sehat dan Sukses Selalu
Team UntungDiCover[dot]com
*Artikel ini disadur dan ditulis ulang dari AIAF – Thirty second edition of ” MUMPS”