Pilihan Hidup

Hai sahabat yang beruntung… apa kabar? Sehat-sehat ya kawan… kali ini kami akan menceritakan mengenai Sang Jenderal, selamat menikmati…

Baju Baru Sang Raja – ibubinangkit
https://ibubinangkit.wordpress.com/2017/11/10/baju-baru-sang-raja/

Dahulu kala hiduplah seorang Raja di sebuah Negeri yang Makmur, karena sangat Makmur, Sang Raja tidak pernah merasa kwatir sepanjang hidupnya. Suatu Ketika Sang Raja mendapatkan surat dari Negeri Selatan yang menyatakan bahwa mereka akan menyerang Negeri Sang Raja dengan pasukan terbesar sepanjang sejarah

Membaca surat itu Sang Raja menjadi sangat takut, maka diutuslah seorang Jenderal kepercayaan Sang Raja yang dibekali dengan kuda tercepat kerajaan, yaitu kuda milik Sang Raja sendiri, untuk pergi ke Negeri Barat guna meminta bantuan pasukan dari Negeri Barat, agar Negeri Sang Raja bisa selamat, jika kelak diserang oleh Negeri Selatan.

Setelah persiapan, maka berangkatlah Sang Jenderal pagi-pagi buta, agar bisa sampai ke Negeri Barat, dan Kembali ke Negeri Sang Raja tepat waktu, sebelum Negerinya di serang oleh Negeri Selatan. Berita mengenai rencana Sang Raja untuk mengirim utusan ke Negeri Barat, sampai ke telinga Jenderal Negeri Selatan, maka Jenderal Negeri Selatan mengirimkan mata-matanya untuk menggagalkan rencana Sang Raja tersebut.

Setelah berkuda cukup jauh, tibalah Sang Jenderal utusan Sang Raja di sebuah sungai yang arusnya cukup tenang. Sang Jenderal berniat untuk menyebrangi sungai tersebut dengan kudanya guna menghemat waktu tempu, namun Sang Jenderal berhenti sejenak dan berpikir dalam hatinya, apakah sungai ini dalam atau tidak? Apakah berbahaya jika Sang Jenderal menyebrangi sungai itu dengan kudanya?

bagazx: Romawi (Travian)
http://bagazx.blogspot.com/2012/05/romawi-travian.html

Sang Jenderal kemudian melihat ke sekeliling sungai tersebut, apakah ada orang lain yang bisa ditanyai mengenai kondisi sungai tersebut? Tak lama, Sang Jenderal melihat seorang peternak yang sedang menggiring bebeknya. Sang Jenderal berkata dalam hatinya “Nah itu dia ada orang disana, dilihat dari penampilannya tampaknya dia orang sini, pasti dia tahu betul mengenai kondisi sungai ini.”

Segera Sang Jenderal mendekati si peternak dan menanyakan mengenai kondisi sungai tersebut kepada Si Peternak. Dengan senyum kecil si peternak menjawab: “Ohh.. tepat sekali anda bertanya kepada saya, karena saya berasal dari daerah sini, tenang saja tuan.. sungai ini aman kok, tidak dalam, itu lihat bebek-bebek saya sedang mandi di sungai. Lah…bebek saya yang kakinya pendek saja tidak tenggelam, apalagi kuda tuan yang kakinya panjang, pasti aman, tenang saja tuan, sungai ini aman.”

Mendengar perkataan Si Peternak, Sang Jenderal menjadi tenang. Setelah mengucapkan terima kasih, Sang Jenderal meninggalkan Si Peternak untuk mendekati sungai guna menyebrangi sungai tersebut dengan kudanya. Saat Sang Jenderal tiba di tepi sungai, hati Sang Jederal tiba-tiba berdegup kencang, Sang Jenderal merasa ada yang janggal, Sang Jenderal was-was dan berfikir: “kayanya ada yang tidak beres ini…” hati kecilnya seakan-akan berkata agar Sang Jenderal mengurungkan niatnya untuk menyebrangi sungai tersebut.

Kemudian Sang Jenderal berhenti di tepi sungai, Sang Jenderal berniat untuk memastikan kembali mengenai kondisi sungai yang sebenarnya. Sang Jenderal kembali mengamati sekitar sungai, tak lama Sang Jenderal melihat seorang anak kecil yang sedang bermain air di tepi sungai. Sang Jenderal segera mendekati anak tersebut dan langsung bertanya kepada Si Anak: “Hai dek… sungai ini aman atau tidak dek? Saya mau nyebrang nih…”

Mendengar perkataan Sang Jenderal, kemudian Si Anak menjawab dengan suara lantang: “Jangan Tuan, jangan nyebrang… sungai ini sangat berbahaya Tuan, walaupun terlihat tenang arusnya dari atas sini, namun arus bawah sungai ini sangat deras Tuan, dan sungai ini sangat dalam, kemarin saya lihat ada rusa hanyut setelah mencoba menyebrangi sungai ini, sebelumnya saya melihat ada kuda zebra hanyut saat minum air dari sungai ini, jangan nyebrang Tuan…”

WahyuTube's: Biografi Walt Disney - Bapak Animasi dan Pendiri Disneyland
http://wahyutube.blogspot.com/2014/04/biografi-walt-disney-bapak-animasi-dan.html

Sang Jenderal kaget dan akhirnya mengurungkan niatnya untuk menyebrangi sungai tersebut, Sang Jenderal lebih memilih untuk memutari sungai tersebut agar aman. Akhirnya Sang Jenderal sampai di Negeri Barat dan kembali ke Negeri Sang Raja tepat waktu, dengan membawa bala bantuan pasukan dari Negeri Barat, Negeri Sang Raja pun selamat dari serangan Negeri Selatan.

Sang Jenderal kembali mengingat pengalamannya selama perjalanan ke Negeri Barat.

Sang Jenderal sangat bersyukur karena dia mau mendengarkan suara hatinya dan nasehat anak kecil yang dia temui di tepi sungai, karena setelah diselidiki, ternyata bahwa Si Peternak adalah mata-mata dari Negeri Selatan untuk mencelakai Sang Jenderal guna menggagalkan rencana Sang Raja.

Sahabat UntungDiCoverDotCom, seorang sahabat pernah berkata kepada saya, jika suatu saat kita dihadapkan pada pilihan yang sulit dalam hidup kita, ada baiknya kita untuk hening sejenak dan bertanya kepada TUHAN kita dalam keheningan doa, pilihan apakah yang sebaiknya kita pilih, kemudian dengarkan apa yang TUHAN katakan dalam hati kecil kita, niscaya suara hati kecil kita itulah sebagai penuntun kita dalam mengambil keputusan, dan percayalah apapun yang TUHAN katakan lewat hati kecil kita merupakan pilihan terbaik dalam hidup ini.

Jika sahabat menyukai cerita ini please feel free untuk like share, subscribe dan bunyikan loncengnya.

Terima kasih, Salam sukses dan sehat selalu. Team UntungDiCover.com

 

 

Suara bebek dan air dari Imovie