Tips Claim Reimbursement Asuransi Kesehatan
UntungDiCover.com – Hallo para pembaca yang tercover, pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi tips gimana caranya claim asuransi kesehatan yang efektif dengan tujuan agar claim asuransi kesehatan para pembaca yang tercover bisa segera dibayarkan oleh asuransi kesehatan-nya.
Pertama-tama kita harus mengetahui mengenai aturan main dalam claim dari asuransi kesehatan, yaitu mereka akan memproses claim jika dokumen claim sudah mereka terima secara lengkap, biasanya proses claim bisa memakan waktu 7 – 14 hari kerja setelah dokumen claim tersebut diterima lengkap oleh asuransi, artinya jika dokumen claim para pembaca yang tercover kurang lengkap, maka claim asuransi kesehatan tersebut tidak akan diproses, bahkan mungkin claim asuransi kesehatan para pembaca yang tercover akan kadaluwarsa karena melewati batas tenggat waktu pelaporan claim asuransi kesehatan tersebut. Sehingga yang kita fokuskan dalam claim asuransi kesehatan adalah bagaimana agar dokumen claim asuransi kesehatan bisa dikirimkan secara lengkap sebelum melewati batas tengga twaktu dari asuransi kesehatan tersebut.
Berikut beberapa tips agar hal tersebut bisa kita lakukan:
1. Form Claim

www.123rf.com
Sebisa mungkin selalu memasukan form claim asuransi kesehatan dalam dompet atau menyimpan softcopy nya pada gadget para pembaca yang tercover. Kenapa form claim ini menjadi penting? Karena dengan form claim ada panduan yang bisa memudahkan dokter untuk menuliskan diagnosa / resume medis, amnanese, terapi, tindakan yang dilakukan sampai dengan tindakan penunjang yang dilakukan. Pada form claim ini juga dokter diminta untuk menandatangi dan memberikan stempel dokter, sehingga asuransi dapat mengecek legalitas dokter tersebut melalui tanda tangan dan stempelnya. Hal berikutnya mengapa form claim ini menjadi sangat penting adalah karena di dalam form claim biasanya ada kelengkapan dokumen claim lainnya yang diperlukan, sehingga ada panduan bagi para pembaca yang tercover untuk melengkapi claim asuransi kesehatan tersebut. Berikutnya adalah pada form claim asuransi kesehatan, para pembaca yang tercover diminta untuk mengisi nama, no polis dan no peserta, hal ini akan memudahkan asuransi untuk mengetahui claim tersebut diatasnamakan siapa? Maka sebisa mungkin selalu membawa form claim asuransi kesehatan, atau disimpan dalam bentuk softcopy dalam gadget para pembaca yang tercover, sehingga jika harus claim, maka dokter bisa menuliskan informasi berdasarkan pertanyaan dari form claim tersebut pada kertas kosong dan dibubuhkan tanda tangan beserta stempel dokter.
2. Diagnosa
Diagnosa ini menjadi penting untuk dapat diketahui oleh pihak asuransi karena dengan diagnosa ini, pihak asuransi dapat mengetahui apa claim para pembaca yang tercover apakah bisa diproses atau masuk dalam pengecualian polis.
3. Kwitansi bukan nota atau struk
Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari dokter ataupun rumah sakit, dengan kwitansi, maka pihak asuransi dapat mengetahui jumlah total biaya pengobatan para pembaca yang tercover. Hal yang penting dari kwitansi ini adalah, para pembaca yang tercover perlu memperhatikan bahwa yang dokumen yang dibutuhkan adalah kwitansi bukan nota atau struk, karena yang merupakan bukti pembayaran yang sah adalah kwitansi, bukan nota ataupun struk, hal ini dibutuhkan oleh pihak asuransi agar tidak terjadi problem jika pihak asuransi tersebut di audit. Kwitansi yang dikirimkan kepada asuransi harus asli, bukan copy
4. Perincian kwitansi
Perincian kwitansi ini diperlukan agar pihak asuransi bisa melakukan posting biaya, pada benefit mana saja yang dilakukan pemotongan.
5. Copy resep obat-obatan
Copy resep obat-obatan ini dibutuhkan agar asuransi kesehatan bisa mengetahui apakah resep obat yang diberikan sejalan dengan diagnosa dokter, apakah resep obat tersebut dapat diproses atau masuk dalam pengecualian polis.
6. Cek laboratorium, rontgen, MRI, CT-Scan, dll
Jika dilakukan cek lab, rontgen, MRI, CT-Scan, dll hal yang harus dikirimkan adalah copy surat rujukan beserta hasil bacaan dari test tersebut, hal ini diperlukan agar pihak asuransi bisa melakukan analisa apakan tes tersebut menunjang diagnosa, atau mungkin akan merubah diagnosa, karena ada banyak kejadian bahwa diagnosa awal belum tentu diagnosa peyakit yang sebenarnya, bisa jadi diagnosa penyakit berubah setelah dilakukan beberapa test tersebut diatas.
So… para pembaca yang tercover, sebisa mungkin melengkapi dokumen claim asuransi kesehatan tersebut diatas sebelum meninggalkan dokter ataupun RS, sehingga para pembaca yang tercover tidak perlu bolak balik untuk melengkapi dokumen claim, dan saya pribadi banyak mengalami bahwa claim saya bisa lebih cepat dibayarkan dari ketentuan standar asuransi ketika dokumen claim saya lengkap saat saya kirimkan ke asuransi asuransi kesehatan.
Semoga tips claim ini bermanfaat dan sampai ketemu di artikel kami selanjutnya.
Salam hangat,
Team UntungDiCover.com