WASPADA SERANGAN JANTUNG DI USIA MUDA
UntungDiCover[dot]com – Sahabat – sahabat UntungDiCover[dot]com, apa kabarnya? Doa dan harapan kami sahabat – sahabat semua selalu dalam keadaan sehat dan sukses.
Pada artikel kali ini kami akan mengulas mengenai penyakit WASPADA SERANGAN JANTUNG DI USIA MUDA , sebenarnya apa penyebab utamanya, dan bagaimana cara pencegahannya, akan kami ulas pada artikel dibawah ini.
Penyakit jantung sering diasosiasikan dengan usia lanjut, namun kini semakin banyak orang usia produktif di bawah 35 tahun yang dapat yang terkena serangan jantung.

Mengapa Demikian?
Penyebab tersering serangan jantung adalah penyakit jantung koroner. Pada kondisi ini, penumpukan plak terbentuk di arteri. Pada suatu saat plak ini akan robek dan terlepas. Bila robekan atau bongkahan plak yang terlepas ini cukup besar dan terbawa aliran darah ke arteri koroner, plak dapat mengakibatkan sumbatan. Arteri koroner membawa oksigen untuk otot-otot jantung. Apabila aliran arteri ini tersumbat, oksigen tidak dapat mencapai otot jantung, dan otot jantung pun dapat mati bila dibiarkan lama tanpa oksigen. Kadar kolesterol tinggi terutama bila angka LDL di atas 180 juga dapat mempengaruhi aritmia atau gangguan irama detak jantung. Tingginya kadar kolesterol menyebabkan irama detak jantung menjadi sangat cepat. Aritmia juga merupakan salah satu penyebab tersering serangan jantung.
Yang harus diingat, gaya hidup dan kebiasaan Anda seharihari memiliki pengaruh terhadap kesehatan jantung Anda. Hidup di zaman modern yang serba mudah, membuat sedentary living atau gaya hidup yang jarang bergerak semakin membudaya. Kurangnya aktivitas fisik, makan-makanan serba instan, serta pola makan buruk dapat memicu meningkatnya kadar kolesterol pada tubuh. Mari bergerak dan ubah gaya hidup kita menjadi lebih sehat demi mencegah terjadinya serangan jantung. Lakukan olahraga secara rutin dan benar. Pastikan denyut jantung Anda mencapai angka yang optimal ketika berolahraga sebelum beristirahat, supaya pembakaran kalori pun berlangsung dengan maksimal. Jangan mengonsumsi alkohol, serta stop kebiasaan merokok. Jangan lupa juga untuk mengelola stres. Stres dan kelelahan bekerja juga dapat menjadi faktor risiko hipertensi yang pada akhirnya menyebabkan serangan jantung.
Mencegah selalu lebih baik dan lebih murah daripada mengobati. Maka, jangan lupa, lakukan juga pemeriksaan kesehatan berkala jantung Anda. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk menilai kondisi jantung Anda, seperti elektrokardiografi (EKG), treadmill test, MSCT-Scan, dan MRI jantung. Moda skrining kesehatan jantung ini memang banyak dan berbeda-beda manfaatnya, tergantung pada kondisi tubuh dan riwayat kesehatan keluarga Anda. Diskusikan kebutuhan Anda bersama dokter spesialis jantung dan pembuh darah. Bila serangan jantung tak dapat dihindari, ingatlah bahwa waktu menjadi hal yang sangat penting untuk nyawa penderita penyakit jantung. Semakin cepat masalah pembuluh darah ditangani, semakin banyak otot jantung yang dapat terselamatkan.
Maka itu, dalam menangani kasus serangan jantung dikenal istilah golden period. Tim medis harus bergerak cepat memberikan pertolongan pertama pada pasien jantung dalam jendela waktu selama enam sampai dua belas jam sejak dimulainya serangan. Pemasangan stent atau drug eluting stent dapat menjadi salah satu solusi untuk membuka sumbatan plak pada arteri koroner. Sedangkan bagi pasien dengan gangguan irama jantung, pemasangan
alat pacu jantung (pace maker) dapat dijadikan pilihan.
Salam sehat,
dr. Johan Winata, Sp. JP (K), FIHA
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Konsultan Kardiologi Intervensi RS Pondok Indah – Puri Indah
Dokter Johan menamatkan studi kedokteran umum dan spesialis dengan predikat cum laude ini, juga terpilih
sebagai mahasiswa terbaik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 2004 dan mendapatkan beasiswa
dari UFJ Foundation untuk prestasinya tersebut. Beliau juga pernah terpilih sebagai Youth Indonesian
Representative for Youth East Asian Common Space Forum 2004. Karya ilmiahnya berjudul The Decrease of
Pulmonary Artery Acceleration Time is Associated with Delayed Heart Rate Recovery in Hypertensive Male
Subjects Without Diabetes Mellitus dipresentasikan pada Asia Pacific Congress of Hypertension tahun 2015.
Setelah menamatkan studi spesialisnya dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, dr. Johan
melanjutkan studi fellow of coronary intervention di Peking University First Hospital, Beijing.
*Artikel ini disadur dan ditulis ulang dari AIAF – Thirty second edition of ”WASPADA SERANGAN JANTUNG DI USIA MUDA”